Rabu, Desember 22, 2010

Just For Mom :::::::::::::: Happy Mom's Day

Harusnya kuucapakan selamat Hari Ibu, setiap hari setiap waktu,
Harusnya kuungkapkan Hari Ibu setiap kulalui hari-hari
Harusnya kuulakukan sesuatu di Hari Ibu meski hanya buatnya tersenyum di sudut bibir yang tak mampu kulihat.

Hmmmm,,,kumenatapmu bu
Layakkah diri ini menjadi seorang ibu sepertimu bu kelak?
Layakkah diri ini bersanding si buah hatiku bu kelak?
Tak kuasa meratapi hal itu
Saat ini belum mampu lepas dari keegoan diri

Kutahu,,,bu
Barangkali, kau bosan dengarku mengucap maaf dan janji
Dan tak sampai buatmu terhanyut dalam simfoni kebahagiaan tiada batas
Kuhanya mampu tuangkan sejumput senyum saja bu

Izinkan hari ini kukhususkan padamu bu
Izinkanku tuk menggenggam erat tanganmu bu
Izinkanku tuk memelukmu dengan segala ketulusanku bu
Izinkanku tuk lakukan sesuatu tuk dapatkan hatimu bu
Izinkanku tuk menikmati rona ceria hari ini bu
"Di Hari Ibu"
Bingkisan untukmu bu

Dalam simpuhmu
anakmu ini tetaplah si kecil yang semestinya membelaimu kini
Dengan perjuangan meraih cita
Tuk persembahkan untukmu bu
Kan ku tapaki liku duri kehidupan, untukmu bu

Peluk dan cium hangat
Dari sang jabang bayi yang tak lagi mungil

SELAMAT HARI IBU

by. Khuria

Jumat, Oktober 15, 2010

Saatku masih menjamah SD, sebelum kuberangkat sekolah, sambil kunikmati sarapan dan ibu selalu disampingku, kalian tahu apa yang beliau perbuat?. Ibu mengajakku untuk berhitung  dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian. Ketahuan deh kalau aku benar-benar lemah sekali dalam berhitung. Kalau kutak bisa menjawab Ibu gemas terhadapku dengan memarahiku dan selalu hampir serta  sempat buatku menangis, setelah itu beliau menyodorkan kertas putih yang sudah bertuliskan hitung-hitungan hanya perkalian dengan berpesan, "Hafalkan!." Semua usai, berpamitan kepada bapak kemudian kepada Ibu. selalu tak ketinggalan ibu memintaku untuk meminum air putih yang sudah ibu beri doa entahlah aku kurang tahu pasti. Manut saja, kumeminumnya, memang tak seperti air putih biasa, ini dingin dan tak kalah menyegarkan seperti es. Katanya minum air putih tersebut bisa berkah, amin.

Tidak bisa berhitung kata orang dan teman-temenku dulu itu kebodohan, memang itu sesuai denganku, bahkan tetanggaku sendiripun sering menyebutku, "Dasar anak bodoh," segitukah aku. Sang ibu mengharapkanku untuk bisa berhitung tapi apa daya, tidak ada perkembangan juga. Sampai akhirnya aku tinggal kelas atau tidak naik kelas di kelas 4 SD, bapak jatuh sakit, terbaring di tempat tidurnya. ibu memanggilku hendak menyampaikan sesuatu.

"Khuria, dah sekarang terserah kamu,ibu sudah tidak bisa lagi memaksamu untuk bisa lebih baik, waktu kamu kelas 2 SD ibu mempertahankan kamu untuk tetap naik kelas, tapi sekarang kamu harus terima kalau kamu tidak naik kelas, ibu kecewa, kenapa kamu tidak bisa-bisa?, ranking saja tidak pernah, kamu belajar sendiri atau sama kakak-kakakmu saja."
kuhanya diam terpaku makin lama makin menitikkan air mata karena terkejut dengan yang ibu sampaikan. aku tidak naik kelas dan masih jadi anak bodoh.

Setelah idul fitri 10 tahun yang lalu, ibu meninggalkanku untuk selamanya, sungguh amat sangat sedih, beliau meninggalkan ketika aku masih dalam keadaan berlumurkan kebodohan.
Lepas SD, kuberusaha untuk menjadi seperti yang ibu inginkan. Namun bukan belajar berhitung aku maksimalkan, tapi ingin jadi orang sukses. Alhasil berkat gemblengan ibu, masa SMP aku mampu untuk peroleh ranking 1,2,3 hingga ku beranjak SMA.
Ibu sungguh luar biasa, semoga ibu bisa tersenyum disana' bahwa aku bisa berhasil seperti yang ibu inginkan dahulu walau hanya sebatas yang aku mampu. Setiap pengambilan raport, kubuka halaman yang mencantumkan ranking selalu buatku tersenyum dan berkata dalam hati, "Ibu, inilah yang kau inginkan, bahwa aku bisa berhasil, semoga ibu tersenyum di alam sana, terimaksih."

My mother is my hero, ibu adalah  pahlawan kehidupanku. Beliau yang selalu memaksaku untuk berusaha untuk bisa jadi yang terbaik, berusaha untuk lepas dari bodoh. Kini ku sudah bisa melanjutkan kuliah mengambil jurusan akuntansi, yang ternyata tidak jauh dari hitutng menghitung. Ingat berhitung berhitung ingat ibu, ingat ibu ingat berhitung, itulah yang selalu berkecamuk dalam pikiranku.
Tapi aku tahu, sesungguhnya yang ibu inginkan adalah bukan sepenuhnya bisa naik kelas, dapat ranking tertinggi dikelas, atau bisa matematika, tapi keberhasilan untuk lepas dari ketidakmampuan yang sesungguhnya mampu untuk lepas dari ketidakmampuan. Itulah yang ibu inginkan dan ibu sampaikan kepada kakak-kakakku yang kemudian disampaikan kepadaku.
Terimakasih ibu, kau sungguh lur biasa. Pahlawanku selamanya, Bahagialah disana. 

Selasa, Oktober 05, 2010

Kado Asmara dalam Ultah

Pukul 01.00 menunggumu kembali dari keramaian tempat kerjamu
Menantimu dari kejauhan kota
Sudut malam yang tak kunjung usai
Berharap tercipta kerinduan panjang dalam kekosongan malam

Berjumpa dalam dunia maya pesan singkat
Namun, cukup menggantikan hati tuk tuangkan  kerinduan hebat
Keheningan kian mengahantui
Menyapaku
Menggodaku
Mengajakku tuk hengkang dalam penantiannya
Tak mau

Dia telah kembali dari keramaian itu
Dia menyapaku dalam pelukan rindu
Dia membelai hatiku dengan sebutan ala kita
Semua itu dia berikan dalam pesan singkat,
Oleh jarak berjeruji besi-besi kota yang memisahkan kita

Aihh
Senyum enggan lepas ditiap sudut bibirku
Inilah malam ulangtahun
Kau beri kerlap-kerlip asmara diatap jantung hati
Tak kau ucapkan selamat ulang tahun
tak kau ucapkan sepetik doa
Namun kau ucapkan satu baris kata bermekaran
Namun kau ucapkan tiga kata bermaniskan madu asmara
Manis dia:
"Aku Sayang Kau, manis"

Selasa, September 28, 2010

INDONESIA

Indonesia,
Disinilah kami berdiri
Disinilah kami bermimpi
Disinilah kami meletakkan harapan hidup

Indonesia,
Lihatlah kami
Sang anak - anak bangsa
Sang penyambung galah kehidupan
Tapi mengapa
Tak kau pandang kami
Layaknya sang pencerah kehidupan

Indonesia,
Lihatlah kami
Reog Ponorogo, Pendet, Laut Ambalat
Mengapa tercengkeram tergenggam
Oleh tangan - tangan sang penghancur bangsa

Indonesia,
Tataplah kami!!!
Pandanglah kami!!!
Jangan biarkan semua itu terhanyut waktu!!!
Tak ingin kita tenggelam dalam air mata!!!

Indonesia,
Indonesia,
Indonesia,

Minggu, September 05, 2010

KHURIA Tiada Pupus Semangat!!!: Puasa Tahun Lalu VS Puasa Tahun Ini

KHURIA Tiada Pupus Semangat!!!: Puasa Tahun Lalu VS Puasa Tahun Ini

Puasa Tahun Lalu VS Puasa Tahun Ini

Saat dipertengahan puasa kumerasa baru menyadari kalau ternyata ada perbedaan yang cukup mencolok dari sisi keseharian saya saat menjalankan ibadah puasa. waduh apa saja yuah?:
- Kalau tahun lalu, buka puasa seringnya dirumah.Hampir setiap malem tarawih di mushola dan tadarus di rumah pak kyai di depan mushola tak jauh yang waktu itu bareng2 sama temen2 kampung yang masih tetangga rumah dekat. Sering banget dirumah karena libur kuliah dan pas lagi gak ada kegiatan kampus sama sekali bisa dibilang banyak nyante dirumah.

- Kalau tahun ini, wah tarawih jamaah di mushola aja hampir bisa dihitung tapi saya tetep tarawih donks walaupun munfarid di rumah, n buka puasa dirumah aja hampir bisa dihitung juga, Yeeee itu bukan karena males kallleee, tapi karena ini niiiich.... nek pagi mpe siang atau bahkan mpe sore atau bahkan pula mpe malem coiy tuh pergi ke kampus karena lagi banyak2nya kegiatan plus rapaaaaat mulu kagak ada rampungnya........ffyuuuuuuh ape' dweh!,n juga ada program praktek dagang yang dpat modal dari kampus selama 2minggu saya bareng 2temen saya, tapi aku ijin satu minggu ke Solo. Yeeee semua itu karena males kallleee , tapi karena beberapa alasan nich antara lain; puasa pertama meh seminggu pergi ke Solo ada acarane kakakku, wuuuuuuiiiih ngikut donks secara liburan gratis euyyy khan sayang kalau kagak ikutan......hiks hiks hiks.

Yaaaach, memang tahun ini job lagi mbludak dalam kehidupanku. kegiatan kampus....giiiila, numpuk; praktek dagang_buka bersama bareng anak yatim piatu yang deket kampus, itu yang sudah terlaksana, terus lagi yang belum terlaksana; kegiatan Pengenalan Kampus atau PEKA, buka bersama bareng alumni PMR angkatan 2008_reuni MTs1 angkatan 2003-2007, yang ini lagi dalam persiapan...haduuuuuuh cape? tapi musti dilanjutin, karena asemuanya walau sedang ersiapan tapi sudah setengah jalan.
Tapi yang paling mumet ya yang ngurusi persiapan reuni MTs1 nanti setelah lebaran, tanggal 13 September 2010 atau 3 Syawal 1431H. tahu gak? ngundang 5angkatan coiy.partnernnya 2, buat Aziz Mustofa n Sarif Wahyudin, thanks banget n moga sukses reuni perdana kita, amiiiin.
Disamping itu juga musti muter nawarin dagangan jilbab dan lain-lain door to door, yang deket-deket aja. nah ni alhamdulillah buatku tambah semangat aja, larrrizzzzz mannniiiiiiz. Padahal nich yang jual aja belum beli baju atau kebutuhan lainya buat lebaran, tapi tuh mesti dikesampingkan dalam pikiran kita agar jangan berkecamu terus, dan niatilah ini sebagai slah satu tindakan ngibadah/nyandangake orang sit ben bungah. Siapa yang butuh anke jilbab?????? hubungi saya aja, modelnya up to date kok,,,,,,,,,hehehe, promosiiiiiiiii, prikitiuwwwwwwww (jere Sule)

Sungguh beda jauh banget dengan puasa tahu lalu, kagak berhentinya nich kesibukan, tapi baik puasa yang lalu maupun puasa yang sekarang tetep musti disyukuri, coz yang terpenting tuh saya tetep bisa bareng ma ortu dan kakak2 dan ponakan2 yang cubbby2 banget. Selain itu juga, selalu ada buah hikmah yang bisa dipetik yaitu jika buah hikmah yang berguna maka dapat ditanam dalam pot hidup, namun jika buah hikmah yang merugi maka satukan saja didalam tempat penampungan sampah.Yang pulaing buat saya teringat selalu dari berbagai aktivitas selama bulan puasa dan untuk kedepannya setelah puasa ialah keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan kebutuhan akhirat harus tetep dijaga, Amiiiin

Key, met menjalankan obadah puasa dan minal aodzin wal faidzin, mhon maaf lahir dan batin 1431H.

Senin, Agustus 30, 2010

Rauni H+3 2010, 1431 H

[Assalamu'alaikum...

mengharap kehadiran rekan-rekan alumnus MTs N kebumen 1 pada:
hari/tanggal: Senin, 13 september 2010 (H+3)
tempat: MTs N kebumen 1
pukul: 08.00-selesai
kontribusi 10.000
mohon kesediaan dan partisipasinya untuk membagi informasi ini kepada rekan-rekan yang lain.

terima kasih.

wassalamu'alaikum...]


Itulah bunyi undangan yang dikirim ke temen-temen via facebook dan via sms juga, kenapa lewat kedua via jalur tersebut? karena zaman sekarang ni mana ada sich yang lepas dari kedua hal tersebut, hape seakan dah jadi kebutuhan primer, facebook hampir sama. it's ok, this is life.
Memang ini adalah kali pertamanya ku mengkoordinir penyelenggaraan reuni tersebut, partner yang kuandalkan hanya seorang, Aziz namanya itu saja mesti aku paksa berkali-kali, sebenarnta tidak cuma dia yang aku paksa tuk bantuin aku tapi ternyata lebih susah daripada maksa Aziz. Tapi ya sudah, daripada mikirin begituan ya lebih sekarang mikirin kedepannya ngurusi reuni, semoga bisa berjalan lancar.
Setelah kubaca kalimat demi kalimat undangan tersebut, pikiranku langsung menculat tajam, yang mana kegiatan reuni ini harus terlaksana dengan bantuan dari pihak-pihak seadanya.




Selasa, April 27, 2010

Pengumuman UNnya di pusat

Kamis lalu, siang lalu, tanggal yang lalu pula 22 April 2010 saya dan seorang teman perempuan saya mendatangi salah satu sekolah Maarif di Kebumen bermaksud untuk memohon ijin menyebar brosur kampus saya. waktu itu saya dan teman saya langsung bertemu dengan kepala sekolah Maarif tersebut, "Permisi, maaf sebelumnya kami mengganggu sebentar dan sebelumnya kami ucapkan terima kasih waktu yang diberikan waktunya oleh bapak, maksud kedatangan kami ke sekolah ini ialah memohon ijin untuk membagi brosur kampus kami, untuk itu kami ingin tahu kira-kira kapan ya pak sekolah ini pengumuman UN dan perpisahan kelas tiganya?."

"Kebetulan pengumuman dan perpisahan siswa kami tidak di sekolah, tapi kami mengajak mereka untuk ke Magelang yaitu di tempat pengumuman UN secara langsung, karena hal ini kami lakukan aga tidak terjadi konvoi seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang mengganggu ketentraman masyarakat sekitar dan apalagi ini kaitannya dengan nama baik sekolah kami. dan kebetulan kami berangkat ke Magelang pada hari Senin pagi tanggal 26 April 2010," jawab kepala sekolah

"Untuk pemberangkatannya kira-kira jam berapa pak agar kami bisa berkesempatan membagi brosur kampus kami?," tanya lagi saya

"Kebetulan pagi-pagi kami berangkatnya, kurang lebih sekitar pukul 06.30 - 07.00 kami berangkat, mba-mba bisa datang sebelum jam tersebut,"jelas pak kepala sekolah

Terima kasih pak kepala sekolah atas informasinya, karena butuh konfirmasi sekolah Maarif untuk membagi brosur kampus kami. wah saya awalnya terkejut karena jam-jam segitu lumayan pagi juga, mungkin karena saya memang bukan anak SMA lagi, yang sekarang kuliahnya jam 8 pagi, itu saja masih tidak bisa on time...hehe.

Namun, yang jadi kesimpulan wawancara tersebut, saya jadi salut karena sekolah tersebut tidak mengadakan pengumuman dan perpisahan di sekolah sendiri melainkan pengumuman di pusatnya langsung, seperti alasannya yang sudah dijelaskan oleh kepala sekolah Maarif. Padahal event tersebut bisa amat mengenang bagi siswa-siswanya melalui perpisahan dan pengumuman di sekolah sendiri. Tapi untuk ini mereka deg-degan menanti pengumuman hasil UN mereka ditengah perjalanan ke Magelang menuju pusat pengumuman UN.

Owkay, semoga kalian semua sampai disana, di Magelang langsung dapat pengumuman hasil UN kalian dengan tertera, " L U L U S "

Semangat........!!!!!!!!

Kamis, April 01, 2010

Juli 2009

Minggu, 26 Juli 2009
Pagi ini saya gagal untuk ke sekolahku dulu, tepatnya SMAN 1 Kutowinangun Kebumen yang kata temen-temen sich sekolah yang tercinta itu, tau. O y, saya gagal kesana karena rencana berangkat bareng Enggar temen satu SMA saya dulu, tapi malah dia membatalkan sendiri yaaa alasannya sich katanya saudaranya yang dari Purbalingga datang, entahlah percaya? Enggak? Au lah!

Sebenarnya di sekolah ada informasi kalau hari ini ada kumpul-kumpul alumni angkatan saya, lupa lah bunyi undangannya karena lewat pesan singkat sms dan sudah saya hapus. Tapi, info kumpul-kumpulnya kurang jelas gitu, okelah kalau mau dianggap reuni kecil-kecilan tapi semestinya ada penyebaran informasi seperti itu harus lebih jelas, misalkan harus ada atas namanya atau koordinatornya, memang untuk waktu, hari dan tempatnya sudah dicantumkanj tapi kan kapan tanggalnya dan siapa yang mengkoordinir kumpul-kumpul tersebut saja belum dicantumkan, wah bagaimana mau dibilang kumpul-kumpul positif?, maaf temen-temen tuh kalau menurut ocehan saya sendiri.

Padahal Enggar semalam kemarin dah menyampaikan sendiri kalau dia jadi beneran untuk besok, Minggu jemput saya di rumah tapi malah ada halangan mendadak, ya sudahlah gagal menyampaikan saran dan kritik saya terhadap pesan tersebut yang belum jelas siapa pengirim dan pembuatnya, mungkin gitu eh malah gak jadi berangkat. Mau ngajak Citra tapi oh ya baru teringat kalau pergi ke Jakarta ada hajatan, saudaranya menikah. Mau berangkat sendiri takutnya sampai sekolahan gak ada orang satupun karena dah kadung siang banget malah nanti terlihat kayak orang hilang oey.

Ya sudah di rumah saja gak jadi pergi, hari ini saya gak ada jadwal pergi-pergi, yach, kencan sama computer, radio, mp3. dan besok pagi saya sudah mulai kuliah pertama saya di kampus baru saya di Kebumen. Kuliah pertama itu belum masuk ke materi kuliah atau baru kuliah kompetensi (non SKS) dan itu kurikulum baru yaitu kurikulum diluar SKS atau disebut juga kurikulum non SKS, jadi mulai aktif kuliah sekitar tanggal 5 Oktober-22 November 2009. Sedangkan, untuk semesterannya mulai tanggal 23 November-06 Desember 2009, kemudian kuliah aktif kembali ditanggal 07 Desember-24 Januari 2010, yach baru itu yang dikasih tahu jadwalnya, selebihnya nanti akan ada info selanjutnya, jadi musti sabar. Mulai masuk mata kuliah yang SKS kemungkinan tahun 2010 lho, hm. Masuk kuliahnya tidak sepagi anak-anak sekolah pada umumnya pukul 07.00-13.30, tapi pukul 08.00-12.00, lebih singkat jam kuliahnya ketimbang yang anak-anak sekolah dan mata kuliah kan karena lebih spesifik sesuai denga program studi yang diambil. Oh ya, saya ambil jurusan D3 Akuntansi. Aku harus gunakan kuliahku sebaik mungkin, harus belajar lebih dalam, jangan hanya kuliah-kuliah saja tapi benar-benar kuliah, bukan untuk bergaya tapi untuk menuntut ilmu, bukan untuk pamer sandang tapi pakailah apa yang sudah ada dan saya miliki, seadanya saja yang penting menutupi raga saya. Oh ya, tidak mungkin setiap kali kuliah akau harus memakai motor tapi sering-sering ngontel dah, hemat bensin, hemat pengeluaran, motor untu seperlunya saja lah, ingat!bahwa itu bukan motor saya, aku hanya dizinkan memakai tapi harus didasari tanggung jawab terhadap motor yang sudah saya gunakan, tetap menjaga keadaan motor agar tetap lebih baik kondisinya, kalau bias jangann sampai kondisinya berkurang dari sebelumnya aku gunakan, kan kalau seperti itu ada keuntungannya, motor tetap boleh saya pergunakan sebaik mungkin, menjaga kepercayaan orang yang punya akan barang titipan sementara.

Sekali lagi aku ulangi bahwa besok adalah kuliah pertamaku, belum mulai saja aku sudah kelabakan apa yang mesti saya bawa apa yang mesti sebaiknya saya lakukan untuk hal terbaikku dihari pertamaku kuliah nanti agar bernilai positif buatku, bahkan sampao pakaian apa yang musti aku pakaipun sempat terpikirkan olehku padahal sebelumnya sudah aku ingatkan untuk diriku sendiri bahwa sekolah atau kuliah bukan untuk bersandang tapi ilmu, ingat, ilmu coey. Besok kuliah pertamaku dengan berangkat bersepeda ontel, Nampak klasik kali yeeee.

Senin, 27 Juli 2009
Materi pertama sekolahku dihari pertamaku sekolah ialah computer, yang babnya aplikasi computer windows 2007 dan dengan sub babnya ms.word+ms.excel, tapi diawali dengan sub bab ms.word. Memang pada tampilan jendela ms.word pada windows 2007 berbeda dengan tampilan jendela ms.word pada windows 2003. Yach, padahal computer yang biasa saya mainkan baik di rumah maupun di warnet-warnet malah menggunakan windows 2003. Ini sebuah awal permulaan dari sebuah pembelajaran terhadap yang baru aku temui yaitu belajar membiasakan mengaplikasi ms. Office denga windows 2007 layaknya menggunakan windows 2003. Huh, disamping ilmu juga pengalaman.
Minggu, 26 Juli 2009
Pagi ini saya gagal untuk ke sekolahku dulu, tepatnya SMAN 1 Kutowinangun Kebumen yang kata temen-temen sich sekolah yang tercinta itu, tau. O y, saya gagal kesana karena rencana berangkat bareng Enggar temen satu SMA saya dulu, tapi malah dia membatalkan sendiri yaaa alasannya sich katanya saudaranya yang dari Purbalingga datang, entahlah percaya? Enggak? Au lah!

Sebenarnya di sekolah ada informasi kalau hari ini ada kumpul-kumpul alumni angkatan saya, lupa lah bunyi undangannya karena lewat pesan singkat sms dan sudah saya hapus. Tapi, info kumpul-kumpulnya kurang jelas gitu, okelah kalau mau dianggap reuni kecil-kecilan tapi semestinya ada penyebaran informasi seperti itu harus lebih jelas, misalkan harus ada atas namanya atau koordinatornya, memang untuk waktu, hari dan tempatnya sudah dicantumkanj tapi kan kapan tanggalnya dan siapa yang mengkoordinir kumpul-kumpul tersebut saja belum dicantumkan, wah bagaimana mau dibilang kumpul-kumpul positif?, maaf temen-temen tuh kalau menurut ocehan saya sendiri.

Padahal Enggar semalam kemarin dah menyampaikan sendiri kalau dia jadi beneran untuk besok, Minggu jemput saya di rumah tapi malah ada halangan mendadak, ya sudahlah gagal menyampaikan saran dan kritik saya terhadap pesan tersebut yang belum jelas siapa pengirim dan pembuatnya, mungkin gitu eh malah gak jadi berangkat. Mau ngajak Citra tapi oh ya baru teringat kalau pergi ke Jakarta ada hajatan, saudaranya menikah. Mau berangkat sendiri takutnya sampai sekolahan gak ada orang satupun karena dah kadung siang banget malah nanti terlihat kayak orang hilang oey.

Ya sudah di rumah saja gak jadi pergi, hari ini saya gak ada jadwal pergi-pergi, yach, kencan sama computer, radio, mp3. dan besok pagi saya sudah mulai kuliah pertama saya di kampus baru saya di Kebumen. Kuliah pertama itu belum masuk ke materi kuliah atau baru kuliah kompetensi (non SKS) dan itu kurikulum baru yaitu kurikulum diluar SKS atau disebut juga kurikulum non SKS, jadi mulai aktif kuliah sekitar tanggal 5 Oktober-22 November 2009. Sedangkan, untuk semesterannya mulai tanggal 23 November-06 Desember 2009, kemudian kuliah aktif kembali ditanggal 07 Desember-24 Januari 2010, yach baru itu yang dikasih tahu jadwalnya, selebihnya nanti akan ada info selanjutnya, jadi musti sabar. Mulai masuk mata kuliah yang SKS kemungkinan tahun 2010 lho, hm. Masuk kuliahnya tidak sepagi anak-anak sekolah pada umumnya pukul 07.00-13.30, tapi pukul 08.00-12.00, lebih singkat jam kuliahnya ketimbang yang anak-anak sekolah dan mata kuliah kan karena lebih spesifik sesuai denga program studi yang diambil. Oh ya, saya ambil jurusan D3 Akuntansi. Aku harus gunakan kuliahku sebaik mungkin, harus belajar lebih dalam, jangan hanya kuliah-kuliah saja tapi benar-benar kuliah, bukan untuk bergaya tapi untuk menuntut ilmu, bukan untuk pamer sandang tapi pakailah apa yang sudah ada dan saya miliki, seadanya saja yang penting menutupi raga saya. Oh ya, tidak mungkin setiap kali kuliah akau harus memakai motor tapi sering-sering ngontel dah, hemat bensin, hemat pengeluaran, motor untu seperlunya saja lah, ingat!bahwa itu bukan motor saya, aku hanya dizinkan memakai tapi harus didasari tanggung jawab terhadap motor yang sudah saya gunakan, tetap menjaga keadaan motor agar tetap lebih baik kondisinya, kalau bias jangann sampai kondisinya berkurang dari sebelumnya aku gunakan, kan kalau seperti itu ada keuntungannya, motor tetap boleh saya pergunakan sebaik mungkin, menjaga kepercayaan orang yang punya akan barang titipan sementara.

Sekali lagi aku ulangi bahwa besok adalah kuliah pertamaku, belum mulai saja aku sudah kelabakan apa yang mesti saya bawa apa yang mesti sebaiknya saya lakukan untuk hal terbaikku dihari pertamaku kuliah nanti agar bernilai positif buatku, bahkan sampao pakaian apa yang musti aku pakaipun sempat terpikirkan olehku padahal sebelumnya sudah aku ingatkan untuk diriku sendiri bahwa sekolah atau kuliah bukan untuk bersandang tapi ilmu, ingat, ilmu coey. Besok kuliah pertamaku dengan berangkat bersepeda ontel, Nampak klasik kali yeeee.

Senin, 27 Juli 2009
Materi pertama sekolahku dihari pertamaku sekolah ialah computer, yang babnya aplikasi computer windows 2007 dan dengan sub babnya ms.word+ms.excel, tapi diawali dengan sub bab ms.word. Memang pada tampilan jendela ms.word pada windows 2007 berbeda dengan tampilan jendela ms.word pada windows 2003. Yach, padahal computer yang biasa saya mainkan baik di rumah maupun di warnet-warnet malah menggunakan windows 2003. Ini sebuah awal permulaan dari sebuah pembelajaran terhadap yang baru aku temui yaitu belajar membiasakan mengaplikasi ms. Office denga windows 2007 layaknya menggunakan windows 2003. Huh, disamping ilmu juga pengalaman.

Kamis, Maret 25, 2010

FANTASI ARI DAN DELIMA PERAK By. Khuria SINOPSIS

FANTASI
ARI DAN DELIMA PERAK
By. Khuria


SINOPSIS
Ari (12 tahun) anak pemalas yang tidak pernah membantu orang tuanya dan kesehariannya setiap pulang sekolah hanya bermain saja bersama teman-temannya, Dani, Rama dan Ical. Kebiasaan mereka adalah mencuri buah-buahan milik Pak Samir yang berada di desa seberang sungai.
Sampai suatu ketika Ari dan ketiga temannya berniat mencuri buah-buahan di kebun Pak Samir yang tengah berbuah. Kebunnya terletak di belakang rumah Pak Samir. Dani mengendap-ngendap dari belakang rumah untuk memastikan ada penghuninya tidak di dalam rumah dan ternyata rumah kosong. Mereka beramai-ramai dan berpesta pora menikmatinya. Dani, Rama dan Ical asyik memanjati pohon dan menikmati buah-buahan, sedangkan Ari berjalan-jalan sendiri hingga ke ujung kebun sampai temannya. Ari seperti melihat sesuatu yang menyala-nyala dari salah satu pohon di ujung kebun, Ari menggumam sambil melangkah ke arah pohon tersebut. Anehnya warna buah tersebut berwarna perak dan hanya ada satu buah di pohon tersebut. Saking penasarannya Aripun memetik dan memakannya dan sedikit bersembunyi agar tidak diketahui teman-temannya. Aripun mencicipinya…..manis sekali.
Tiba-tiba dari belakang Pak Samir langsung mengambil buah yang dimakan Ari yang tinggal setengah, Ari kaget sekali. Habis-habisan Ari dimarahi Pak Samir dan tak beberapa lama kemudian awan mendung disertai petir menyambar-nyambar, angin berhembus kencang, seluruh tanaman buah-buahan di kebun Pak Samir layu dan kering kerontang serta buah-buahanpun membusuk termasuk tanaman dari buah perak yang Ari makan dan penduduk di desa yang Ari tinggali seketika terserang penyakit yang aneh. Pak Samir amat sangat ketakutan dan sudah mengira bahwa hal ini akan terjadi. Karena buah yang Ari makan adalah delima perak yang dititipkan raja dahulu kepada Pak Samir ketika menjadi pengikut setia raja waktu itu.
Pak Samir membawa Ari ke desa Ari sendiri, Ari kaget sekali terus menangis karena kedua orang tuanya dan orang-orang tergeletak dan terserang penyakit sangat aneh, seluruh tubuh mereka berwarna perak persis buah delima perak yang Ari makan.
Pak Samir teringat akan pesan raja apabila ada yang memakan buah delima perak tersebut yang tersisa satu tanpa ijin, jalan satu-satunya adalah dengan mengambil satu biji delima perak yang tersimpan didalam gua Laras yang berada di balik bukit dari arah desa Ari dan dihuni oleh lima peri raksasa yang merupakan putri raja yang angkuh yang penyesalannya terlambat dan akhirnya dikutuk menjadi peri karena telah memakan delima perak tanpa ijin yang juga tersisa satu. Maka yang harus mengambil biji delima tersebut adalah yang memakan buah delima perak yaitu Ari. Tadinya Ari tak sanggup dan takut akan tugas ini tapi Pak samir terus memaksanya dan akhirnya bersedia karena tak ingin kedua orang tuanya sakit serta rasa tanggungjwab yang harus ia lakukan.
Sore itu juga Ari berangkat dan oleh Pak Samir dibekali buah delima perak yang Ari makan yang masih tersisa untuk melinndunginya selama perjalanan menuju gua Laras apabila terjadi sesuatu yang menghambatnya.
Sepanjang perjalanan Ari terus mencari tahu keberadaan gua itu. Setiap orang yang ia temui ia tanyakan. Kepada setiap orang yang ia tolong disepanjang perjalananpun ia tanyakan keberadaan gua tersebut. Sampai akhirnya Aripun temukan gua Laras itu, dengan ketakutan Ari memasuki gua itu. Di dalam gua Ari melihat biji delima perak tersebut tergeletak dan ketika Ari perlahan hendak mengambilnya, tiba-tiba dari arah depan kelima peri raksasa itu langsung menyerbunya. Dengan ketakutan, spontan kedua tangan Ari diarahkan ke kelima peri raksasa itu dengan memegangi sisa buah delima perak menyala-nyala. Kelima peri raksasa terlepmpar seketika karena dahsyatnya sinar yang muncul dari delima perak itu dan anehnya mereka memohon-mohon ampun kepada Ari agar tidak membunuhnya dengan buah tersebut dan apapun yang Ari minta akan dikabulkan oleh mereka. Aripun meminta sebuah biji delima perak itu dan menceritakan tujuannya mengambil biji tersebut. Kelima peri raksasa itu langsung memberikan satu biji delima perak itu dan berpesan sama seperti yang disampaikan raja kepada Pak Samir dahulu yaitu agar menanamnya kembali dan menjaganya dari tangan-tangan orang jahat. Karena hanya orang-orang yang memiliki keberanian dan ketulusan hati menolong sesama yang bisa mengambil biji delima perak. Aripun berterima kasih kepada kelima peri raksasa dan beranjak pergi untuk kembali ke desanya.
Ari tidak langsung ke rumah tetapi menemui Pak Samir untuk memberikan biji delima perak yang sudah Ari dapatkan. Pak Samir langsung meletakkan biji itu didalam pot yang sudah Pak Samir siapkan sebelum Ari kembali dari gua Laras itu dan tak lagi di luar rumah tetapi didalam rumah Pak Samir sendiri agar tidak lagi ada yang mencuri buah delima perak tersebut dan malapetaka tidak terjadi lagi. Ajaib………..biji delima perak langsung berubah menjadi pohon delima yang berbuah lebat dan ajaibnya lagi buahnya tidak hanya berwarna perak tetapi menjadi lima warna; perak tentunya, emas, merah, hijau dan putih sesuai dengan kelima peri raksasa yang ia temui di dalam gua Laras.
Kemudian Pak Samir memetik satu buah delima yang berwarna perak, lalu beberapa isinya ia sebarkan di kebunnya, seketika tanaman buah-buahan yang tadinya layu kian kembali seperti semula. Dan diberikan kepada tiap penduduk yang terserang penyakit aneh di desa tempat tinggal Ari untuk dimakan, seketika penyakitnya hilang dan sembuh. Ari sangat senang dan tak lagi mencuri buah-buahan di kebunnya Pak Samir.

Jumat, Maret 19, 2010

SINOPSIS

FTV FANTASI ANAK
LEGENDA KALIBAKUNG
By. YS. Khuria Sa’adah

SINOPSIS
Biang (14 th),Ciut (13 th), Ucil (11 th), Lunar (13 th), dan Gendis (12 th). Biang yang tertua sebagai bosnya (dalam pola pikir anak-anak). Pada suatu ketika mereka ingin sekali memancing tetapi tidak tahu dimana tempat yang banyak ikannya…..cling!!!! Ciut menemukan sebuah tempat yang banyak ikannya yaitu disebuah sungai tanpa nama tetapi kata warga sekitar sungai tersebut sangat menyeramkan dan konon dihuni oleh seekor ular raksasa. Tapi Biang dan teman lainnya menertawakan Ciut, mereka tetap nekad untuk pergi memancing bahkan mereka semakin penasaran akan sungai tersebut.
Ketika memancing sebagian dari mereka mendengar suara perempuan sedang menangis dan arahnya terdengar dari semak-semak. Mereka sedikit ketakutan tetapi mencoba mendekat suara itu. Mereka terkejut, yang mereka lihat adalah seekor ular yang amat besar berwarna merah jambu, mereka langsung lari berhamburan karena ketakutan. Tapi ular itu sengaja membuat mereka tersandung oleh ekornya sehingga mereka semua terjatuh, ular itu bermaksud meminta pertolongan untuk mengembalikan kutukannya sebagai agar menjadi manusia kembali. Ular itupun menceritakan bahwa dulunya ia adalah seorang putri bernama putri Sutra yang mencintai seorang pemuda pengelana bernama Suta. Namun, hubungan mereka tidak disukai oleh kakaknya putri Selenda yang kemudian meminta dukun tua jahat bernama Ki Gledeg untuk mengutuk mereka menjadi ular raksasa yang berganti menjadi nama Sarasutra dari putri Sutra dan Sarasuta dari pemuda pengelana bernama Suta. Putri Selenda sengaja mengubah nama mereka agar tidak diketahui oleh siapapun termasuk seluruh keluarga kerajaan. Kutukan itu tidak akan membuat mereka menjadi manusia seutuhnya tetapi setengah ular yang menjadi penunggu sungai tersebut yang dulunya sebagai sumber untuk kehidupan di negeri Bakung dan penduduk kerajaan menamai sungai itu Kalibakung.
Sarasutra ingin Biang dan teman-temannya membantu menyelamatkan kekasihnya Sarasuta yang dikutuk menjadi ular tetapi diperbudak oleh Ki Gledeg. Ki Gledeg tinggal di gua yang dikelilingi oleh hutan rimba dan dijaga oleh beberapa binatang buas yang dikutuk ki Gledeg yang dulunya manusia. Mau tidak mau mereka harus membantu Sarasutra menyelamatkan Sarasuta dengan cara mendatangi rumah dukun itu. Sarasutra memberikan kalung berliontin batu temunggul ungu untuk menjaga mereka.
Merekapun mencari keberadaan hutan itu berada hingga berhari-hari sampai akhirnya ditemukan. Ki Gledeg tidak mengetahui kedatangan Biang dan teman-teman karena sedang meninggalkan gua. Mereka melihat gua itu dikelilingi oleh seekor ular raksasa, mereka yakin itu adalah Sarasuta. Mereka mendekati ular itu dan menceritakan tujuan mereka. Sekembalinya Ki Gledeg, ia marah dan tak mengijinkan membawa pergi Sarasuta. Ki Gledeg dan Sarasuta bertarung, tetapi ditengah pertarungan Sarasuta kalah dan nyaris terkena semburan mematikan dari tongkat sakti Ki Gledeg tetapi berkat pertolongan liontin batu temunggul yang Biang lemparkan kearah semburan.....seketika semburan terserap ke batu temunggul ungu dan seketika hancur berkeping-keping. Mereka berlari meninggalkan hutan terkutuk itu, Ki Gledeg tak sanggup mengejar Biang dan teman-temannya dengan kondisi tubuh yang tiba-tiba melemas karena seluruh kesaktiannya terkuras habis melalui semburan yang telah terserap oleh batu temunggul yang telah hancur.
Tiba di sungai, Sarasuta bahagia akhirnya kembali bersatu dengan kekasihnya Surasutra berkat keberhasilan Biang, Ciut, Ucil, Lunar dan Gendis dalam menyelamatkannya. Sedangkan mereka tidak ada yang tahu nasib putri Selenda saat ini yang sebenarnya juga dikutuk menjadi binatang buas dihutan rimba karena tidak mampu memenuhi janji dari Ki Gledeg dahulu. Walau mereka setengah manusia setengah ular tetap bahagia dan akan menjaga sungai tersebut selama-lamanya serta diperbolehkan memancing, mengambil air dan lain-lain bagi orang-orang tertentu saja yang berniat baik.
Biang dan teman-temannya mengembalikan nama sungai itu yang sekarang tak bernama menjadi Kalibakung, kali berarti sungai dan bakung nama negeri Bakung agar Sarasutra teringat akan negerinya.
Sepasang kekasih bahagia dan warga setempatpun tak takut lagi untuk mengambil air dan memancing di Kalibakung tersebut begitu juga Biang dan teman-temannya.

Desember 2009

Untuk

Seluruh ketidakpastian mengguncangku bertubi-tubi
Diantara sekian banyaknya duri-duri kecil nun remuncing

Seluruh ketidakpastian menyelinap disela-sela pikiran
Yang terselubungi oleh satu masalah
Hingga masih bergelantungan
Dalam saraf-saraf kebohongan

Yach,
Saat ini kumerasakan iri yang memuncak
Pada satu rangkaian cerita yang ia torehkan
Bersama merpati yang kini tengah kau kejar
Yang sesungguhnya ku tak meratapinya

Cerita itu sempat menudingku
Bahwa akulah satu penghalangnya!

Ooh ya ampun
Kenapa aku alami hal seperti ini
Tak pernah kulalui sebelumnya

Kesulitan meneriakkan
Ketakutan di lubang kedua telingaku

Aku harus jauh dari singgasana bermasalah ini
(1812’08)


Lepaz


Tenanglah
Aku kan segera jauh
Dan berlari sekencang-kencang badai yang mengejarku
Hingga kau dapati kebahagiaan bersamanya
Yang masih menjadi sisi pelengkap bahagiaku
Yang kini harus aku lepaskan sisi kebahagiaanku itu
Karena tak mungkin lagi sanggup aku genggam erat
Dan takkan pantas untuk aku miliki sama sekali

Sungguh memalukannya diriku kini
Bagai pasir yang melekat
Di tiap jari-jemari
Lalu….hempaskan!!!!!
Dan…..terhempas!!!!!

Tenanglah
Aku kan segera lenyapkan diri ini
Dari sisa-sisa kehidupan asmara
Yang sempat dan masih saja menggoyahkan sebelah hidupku

Aaaaaaaaaaaa………………………….aaaaa!!!!!!!!



Ombak


Rapatkan tatapan ke arah datangnya alunan ombak berdebur
Diringi kelembutan angin yang kian bisiki telinga
Entahlah apa yang angin bisikan padaku
Namun, yang kurasa hanyalah……………
Uuuuuuuuh sungguh geli

Sendiri melepaskan pandangan
Tak kulepaskan pencurian pandangku
Pada burung camar yang tengah asyik
Bermain sayap
Membersihkan sayap
Menyibakkan sayap
Bermain ala burung-burunga camar
Hmmmmmmm……..
Dan kuterpesona

Lepaslah penatku
Jauhlah setengah problema



Hari Ini


Siang ini kujelang
Sepi,
Hanya musik-musik yang memenuhi seisi telinga

Siang ini
Sore akan segera hadir
Masih saja sepi,
Tak kulihat teriakan bocah
Yang biasanya setiap sore
Tak lepas dari teriakan mereka

Siang ini
Sore telah bersamaku
Yach, masih sepi
Seperti sebelumnya
Tak kudengar apapun
Hanya musik-musik
Yang berkumpul di telinga

Siang ini
Sore semakin berlalu
Sungguh masih sepi
Hanya musik-musik
Yang enggan jauh dari telinga
Kan tetap temaniku
Berdua bersama mesin ketik
Komputer ini.
(2905’09)



Asmaraku

Jauh sekali kumelangkah
Tapi enggan kuberhenti

Sepi,
Gelap,
Sepanjang langkahku
Tapi tak ada satupun yang memberiku seteguk air
Tuk lepaskan dahagaku dari langkah jauh
Yang ada mereka hanya menatapku terus
Membiarkanku menahan siksa diri

Masih sejauh inikah langkahku
Kenapa tak izinkanku tuk lepas letihku?

Melangkah seorang diri
Memang hampa
Lelah seorang diri
Memang menyiksa
(2207’09)



Maghrib

Senja berkabut
Selaksa kehampaan mengunci keheningan malam
Berkumandang irama adzan berseri-seri
Memberikan sambutan umat nun merdu

Senja tinggal sekerat daging
Namun menyisakan seutas peristiwa panjang
Telah dilewati bersama ribuan burung tiada mampir menilik satupun

Teriakan senja kian tak terdengar
Maghrib menggantikan hanyutnya sore tadi
Awan berlalu mengiringi senja
Beriringan sang bintang
Bulan mendampinginya
(2307’09)

rINDU?????Bohong!!!!!

Gelagat cintamengiringi ayunan langkah kaki.
Hentakan kaki namun tak bersuara, hanya ada rasa yang menggetarkan seluruh tubuh.
Keceriaan meneriakkan rasa sedih yang telah berlalu.
Kerinduan menyembunyikan isak tangis dan air mata.
Beranda hati tak lagi ada yang hendak menghampiri walau sekedar bersinggah sejenak.
Kesunyian meninggalkan kedamaian di pojokan rumah.
Pelita malam bersembunyi dibalik gubuk kosong, tetapi menyeruakkan aroma semerbak melati dan udara nan semejuk.
Gundukan pasir berdebu kmian terkikis angin yang berlari dengan waktu, mengejar masa yang akan datang.
Penantian pada penguasa cinta mulai berjalan perlahan seiring detak jantung yang seirama dengan bibir yang berucap.
Berjongkok menepuk-nepukkan tangan, menanti tengah di dermaga ujung penantian.
Hamparan kerinduan siap menyerang kalbu demi sesuap cinta.

Satu kesedihan mendorong air mata yang enggan menitikkan jua. Bahagialah aku.
Haus akan ketenangan hati menerortiada menduga.
Mengunjungi dermaga, kini kosong tiada aroma semerbak, namun menjelma bangkai yang tak terpikirkan.
Senyum ceria berhaluan menjadi renungan yang tidak dan takkan pernah berujung.
Kesendirian menyudutkan menjadi bayang-bayang semu.
21 05 '07

Kamis, Maret 11, 2010

Mematahkan Kerinduan

Yach, t'lah berulangkali kuhendak mencoba terlepas dari hawa kerinduan yang seringkali buatku menggigil tak menentu.
Batinku meronta-ronta tak keruan, menyaksikan beban rindu yang selalu menyesakkan dada.

Inginku pungut secuil kerinduan dari benakku, namun
berjuta kerinduan hendak turut serta bersamaku.
Inginku hempaskan rasa rindu itu, tapi
ketakutanku menghantui akan kesia-siaan pada rindu yang terbuang.
Berlari dari kerinduan, pun takkan menyisakan kebahagiaan.
Merampungkan kerinduan, pun takkan ada habisnya.
Berdiam diri membiarkan kerinduan menggerogoti hati, pun malah semakin menggerogoti.
YAH......SEMUA TAKKAN ADA HABISNYA...........!!!!!!!!!!!

Berulangkali kerinduan hadir dan silih berganti, berulangkali pula kumencoba terlepas dari kerinduan itu, berulang-ulang kali pula kutakbisa lepas dari kerinduan itu. KERINDUAN.......KERINDUAN.........KERINDUAN.........mengapa tiada habisnya, mengapa justru menambah berat hati.
Senin, 20 Juli 2008 23:30

Rabu, Maret 10, 2010

3SMA2008

JADIKANLAH EJEKANKU ITU SEBAGAI SEBUAH HIBURAN BUAT TEMEN-TEMENKU UNTUK MENGHIBUR MEREKA.
COBALAH UNTUK TIDAK MARAH YANG BERLEBIH-LEBIH, KARENA ITU AKAN MENJAUHKAN DIRIKU DARI "be your self" YANG SELALU MENDORONGKU UNTUK SEMANGAT DAN JANGAN MENYERAH.
MARAH? MARAHLAH UNTUK DIRIKU SENDIRI, MARAH PADA MEREKA MEMANG SEMPAT TERCIPTA JUGA, MEMANG SUATU KEWAJARAN SEJENAK.
COBALAH UNTUK TIDAK MARAH KEPADA MEREKA, TAPI MARAHILAH DIRIKU SENDIRI.
TATAPLAH DIRIKU SENDIRI, APA YANG SALAH PADA DIRIKU SENDIRI?
APA YANG MENYEBABKAN DIRIKU SENDIRI BEGINI?
APA YANG BERUBAH PADA DIRIKU SENDIRI?
APA YANG HARUS DIRIKU SENDIRI LAKUKAN AGAR TEMEN-TEMEN MENERIMAKU SEUTUHNYA SEBAGAI TEMAN LAYAKNYA TEMAN, BUKAN SEBAGAI EJEKAN BELAKA?

APA YANG HARUS DIRIKU SENDIRI PERBUAT?

Sajak

SAJAK
01 Maret 2010

Memang keterlambatan tak dapat termaafkan kalaulah berkali-kali terulang. Namun, penyesalan enggan mencabik-cabik dan memarahiku, justru buatku tersenyum ringan, enteng karena satu prosesi di tanggal 28 Februari kemarin tak lagi ku terjerat oleh ikrar janji yang memang serasa terikat, tapi buatku tidak. Disaat yang berdiri mengikat janji " NA'AM! ", sedang diriku berdiri tersenyum dibalik buramnya kaca sebagai persinggahan atau mereka sebut sebagai basecamp........
hahaha.....berterimakasihlah ku pada keterlambatanku waktu itu,,,,,,,ENTENG, itu yang tersirat sepanjang perjalanan pulangku.....

Minggu, Januari 10, 2010

(sinopsis puisi "PERON")

PENANTIAN

Dalam sebuah penantian panjang
Tak kutemui tepian
Dalam sudut keheningan waktu
Mengingatkanku saat dulu bersama
Dalam masa-masa indahku berdua
Inilah saatnya aku berdiri dalam sebuah penantian
Angin yang tak lagi membisik
Nyanyian burung yang tak lagi kudengar
Gemuruh batin menyeruakkan aroma kerinduan padanya
Saat kita bersama
Pada cinta yang beradu dalam satu perjuangan
Takkan pernah lelah memperebutkan sebuah kemenangan
"KEMENANGAN BANGSA"

Ha.....hahahahaha......haa............
Kita berhasil.........
Kita berhasil..... merebut kemerdekaan

Tapi.....(menangis merintih)
Aku tak berhasil selamatkan diri
Dari mereka yang tlah merobek hingga ulu hati
Aku tak berhasil.....menggenggam erat tangannya
(menangis...........)

Aku menanti
Aku menantinya
Dalam tangisku......dan................
Kini........
ha.....hahahaha..............haa...........
Gila.........
Gilaaaaaaaaaaaaaaaaaa...................


PERTEMUAN

Bahagia..........
Bahagia.................
Bahagia menyelimuti kalbu
Kau semaikan
Kau tumbuhkan bunga-bunga cinta yang layu tertelan waktu
Engkau pertemukan kami
Engkau persatukan kami
Engkau rebah dan kembangkan saya-sayap cinta
Bunga-bunga mekar bersemi kembali
Lebah-lebah menghampiri jiwaku yang telah lama sepi

Sungguh manis..............
Sungguh Indah...............
Sungguh............
Sungguh.............(menangis dan merenung sejenak)
Sungguh menyedihkan.......
Tanpa sebab jiwa kami kian menjauh
Menjauh.....dan............lenyap
Kau lenyapkan kami tiba-tiba
Kau pisahkan kami dari kerinduan cinta
Hingga ujung waktu


Karya: YS. Khuria Sa'adah

Selasa, Januari 05, 2010

Kisah Ria

Akhir Desember lalu ku dan 32 temanku yang tergabung dalam sebuah tim paduan suara di kampus kami telah melangsungkan sebuah prosesi acara wisuda angkatan ke-6, tepatnya dilaksanakan di Gedung Sekda di Kebumen.

Berbagai susunan acara telah terlewati, kemudian tiba pada saat penyerahan cinderamata kepada 2 mahasiswa yang berpredikat cumlaude, tiba-tiba ku seperti melihat keganjilan pada salah satu temanku temanku bernama Ria yang tempat duduknya berada di depanku, kumelihat teman-teman lainnya saling bercanda tawa lirih dan tatapan kesana kemari tetapi kumelihat satu temanku ini menunduk, walau ku hanya melihatnya dari belakangnya namun kumerasakan dia seperti tengah sesenggukan yang nampak dari kepalanya yang sesekali bergeleng dan sesekali naik turun.

Dengan sedikit ragu kuberanikan diri untuk bertanya pada Ria. Dan kumencoba menatapnya dari arah samping kanannya, dan dugaanku tidak salah.

"Ria, maaf, nampaknya ada sesuatu yang sedikit mengusik keceriaanmu hari ini? Bolehkah sedikit berbagi denganku....," tanyaku yang sedikit takut kalau-kalau ia bertambah sedih.

"Gak ada apa-apa....ya kuingin bercerita sedikit," jawabnya dengan menahan tangisnya yang tersembunyi, "Saat kumenatap dua kakak yang berdiri didepan para senat, yang memperoleh penghargaan sebagai mahasiswa terbaik atau cumlaude, mereka saling diapit oleh kedua orangtua mereka....sejuknya senyum kebahagiaan kedua mahasiswa dan senyum bangga kedua orangtua mereka masing-masing atas keberhasilan anak mereka bahwa hal tersbut membuatku terbayang akan satu khayalan..," jelas Ria

"Khayalan apa itu?," tanyaku singkat

"Andaikan saat ini atau satu saat nanti ku adalah salah satu dari kakak itu yang menjadi mahasiswa terbaik yang berpredikat cumlaude itu, siapa yang kan mendampingiku untuk berdiri didepan senat? siapa yang menemaniku tersenyum bahagia dan bangga akan keberhasilanku? siapa? Bisakah hanya untuk saat menerima penghargaan saja mereka datang walau tanpa raga? Akankan DIA mengizinkan mereka tuk kembali disampingkus ehari saja? ......," diiringi tangisnya yang semakin sesenggukan dan tertunduk untuk menyembunyikan tangis dan airmata Ria

"Mereka pasti kan menemui saat wisudamu nanti," jawabku singkat yang sedikit bingung

"Tidak, tidak, karena mereka takkan disisiku untuk selamanya............"

Hanya ada airmata diantara kita berdua,............Kuatkanlah temanku Ria,