Kamis, Maret 25, 2010

FANTASI ARI DAN DELIMA PERAK By. Khuria SINOPSIS

FANTASI
ARI DAN DELIMA PERAK
By. Khuria


SINOPSIS
Ari (12 tahun) anak pemalas yang tidak pernah membantu orang tuanya dan kesehariannya setiap pulang sekolah hanya bermain saja bersama teman-temannya, Dani, Rama dan Ical. Kebiasaan mereka adalah mencuri buah-buahan milik Pak Samir yang berada di desa seberang sungai.
Sampai suatu ketika Ari dan ketiga temannya berniat mencuri buah-buahan di kebun Pak Samir yang tengah berbuah. Kebunnya terletak di belakang rumah Pak Samir. Dani mengendap-ngendap dari belakang rumah untuk memastikan ada penghuninya tidak di dalam rumah dan ternyata rumah kosong. Mereka beramai-ramai dan berpesta pora menikmatinya. Dani, Rama dan Ical asyik memanjati pohon dan menikmati buah-buahan, sedangkan Ari berjalan-jalan sendiri hingga ke ujung kebun sampai temannya. Ari seperti melihat sesuatu yang menyala-nyala dari salah satu pohon di ujung kebun, Ari menggumam sambil melangkah ke arah pohon tersebut. Anehnya warna buah tersebut berwarna perak dan hanya ada satu buah di pohon tersebut. Saking penasarannya Aripun memetik dan memakannya dan sedikit bersembunyi agar tidak diketahui teman-temannya. Aripun mencicipinya…..manis sekali.
Tiba-tiba dari belakang Pak Samir langsung mengambil buah yang dimakan Ari yang tinggal setengah, Ari kaget sekali. Habis-habisan Ari dimarahi Pak Samir dan tak beberapa lama kemudian awan mendung disertai petir menyambar-nyambar, angin berhembus kencang, seluruh tanaman buah-buahan di kebun Pak Samir layu dan kering kerontang serta buah-buahanpun membusuk termasuk tanaman dari buah perak yang Ari makan dan penduduk di desa yang Ari tinggali seketika terserang penyakit yang aneh. Pak Samir amat sangat ketakutan dan sudah mengira bahwa hal ini akan terjadi. Karena buah yang Ari makan adalah delima perak yang dititipkan raja dahulu kepada Pak Samir ketika menjadi pengikut setia raja waktu itu.
Pak Samir membawa Ari ke desa Ari sendiri, Ari kaget sekali terus menangis karena kedua orang tuanya dan orang-orang tergeletak dan terserang penyakit sangat aneh, seluruh tubuh mereka berwarna perak persis buah delima perak yang Ari makan.
Pak Samir teringat akan pesan raja apabila ada yang memakan buah delima perak tersebut yang tersisa satu tanpa ijin, jalan satu-satunya adalah dengan mengambil satu biji delima perak yang tersimpan didalam gua Laras yang berada di balik bukit dari arah desa Ari dan dihuni oleh lima peri raksasa yang merupakan putri raja yang angkuh yang penyesalannya terlambat dan akhirnya dikutuk menjadi peri karena telah memakan delima perak tanpa ijin yang juga tersisa satu. Maka yang harus mengambil biji delima tersebut adalah yang memakan buah delima perak yaitu Ari. Tadinya Ari tak sanggup dan takut akan tugas ini tapi Pak samir terus memaksanya dan akhirnya bersedia karena tak ingin kedua orang tuanya sakit serta rasa tanggungjwab yang harus ia lakukan.
Sore itu juga Ari berangkat dan oleh Pak Samir dibekali buah delima perak yang Ari makan yang masih tersisa untuk melinndunginya selama perjalanan menuju gua Laras apabila terjadi sesuatu yang menghambatnya.
Sepanjang perjalanan Ari terus mencari tahu keberadaan gua itu. Setiap orang yang ia temui ia tanyakan. Kepada setiap orang yang ia tolong disepanjang perjalananpun ia tanyakan keberadaan gua tersebut. Sampai akhirnya Aripun temukan gua Laras itu, dengan ketakutan Ari memasuki gua itu. Di dalam gua Ari melihat biji delima perak tersebut tergeletak dan ketika Ari perlahan hendak mengambilnya, tiba-tiba dari arah depan kelima peri raksasa itu langsung menyerbunya. Dengan ketakutan, spontan kedua tangan Ari diarahkan ke kelima peri raksasa itu dengan memegangi sisa buah delima perak menyala-nyala. Kelima peri raksasa terlepmpar seketika karena dahsyatnya sinar yang muncul dari delima perak itu dan anehnya mereka memohon-mohon ampun kepada Ari agar tidak membunuhnya dengan buah tersebut dan apapun yang Ari minta akan dikabulkan oleh mereka. Aripun meminta sebuah biji delima perak itu dan menceritakan tujuannya mengambil biji tersebut. Kelima peri raksasa itu langsung memberikan satu biji delima perak itu dan berpesan sama seperti yang disampaikan raja kepada Pak Samir dahulu yaitu agar menanamnya kembali dan menjaganya dari tangan-tangan orang jahat. Karena hanya orang-orang yang memiliki keberanian dan ketulusan hati menolong sesama yang bisa mengambil biji delima perak. Aripun berterima kasih kepada kelima peri raksasa dan beranjak pergi untuk kembali ke desanya.
Ari tidak langsung ke rumah tetapi menemui Pak Samir untuk memberikan biji delima perak yang sudah Ari dapatkan. Pak Samir langsung meletakkan biji itu didalam pot yang sudah Pak Samir siapkan sebelum Ari kembali dari gua Laras itu dan tak lagi di luar rumah tetapi didalam rumah Pak Samir sendiri agar tidak lagi ada yang mencuri buah delima perak tersebut dan malapetaka tidak terjadi lagi. Ajaib………..biji delima perak langsung berubah menjadi pohon delima yang berbuah lebat dan ajaibnya lagi buahnya tidak hanya berwarna perak tetapi menjadi lima warna; perak tentunya, emas, merah, hijau dan putih sesuai dengan kelima peri raksasa yang ia temui di dalam gua Laras.
Kemudian Pak Samir memetik satu buah delima yang berwarna perak, lalu beberapa isinya ia sebarkan di kebunnya, seketika tanaman buah-buahan yang tadinya layu kian kembali seperti semula. Dan diberikan kepada tiap penduduk yang terserang penyakit aneh di desa tempat tinggal Ari untuk dimakan, seketika penyakitnya hilang dan sembuh. Ari sangat senang dan tak lagi mencuri buah-buahan di kebunnya Pak Samir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Donkkkkk ;-D :