Tunggu Aku!!, Cita-citaku
Esok kan kujelang
Bersama membaranya harapan
Yang sudah aku siapkan dalam tas sekolahku
Biasa,
Aku kan meraih cita-citaku dengan lapang
Tak pernah kubayangkan
Akan begitu berbeban perjalanan meraih cita-citaku
Jejak kaki dibalik punggungku kian lenyap
Itu berarti aku harus melangkah lebih jauh
Tatap ke arah depan
Agar aku tak tertinggal
Oleh waktu yang terus meroda
Semoga satu cita-citaku di sana
Menantiku setia…
Diantara begitu banyaknya cita-cita lain
Aku harus bisa
Bisa meraih uluran tangan cita-citaku
Yang tengah menantiku
Tidak menanti seseorang lain
Aku tak kan relakan itu
Aku harus meraihnya!
Cita-citaku harus ada dalam genggaman jalan hidupku!
Aku tak boleh menyia-nyiakan waktu!
Aku tak boleh membuang-buang waktuku!
Untuk mengarungi hidupku bersama dengan cita-citaku
Itu harus!!!
Aku harus berusaha
Lebih keras
Lebih keras
Sangat keras
Amat sangat keras
Amat sangat begitu keras
Kebumen, 2007
Ternyata……….
Senandung t’lah tergerai
Hingga mengerai ke sekujur bait-bait tiap sela-selanya
Ternyata,
Banyak gejolak perasaan yang tak tentu arah tatapan
Akupun tergerak tuk melantunkannya
Ke dalam catatan yang siap kulantunkan
Sungguh indah
Namun sesaat saja
Takkan apa-apa
Yang penting ku tetap dalam semayaman kegeloraan
Nun berdendang setiap waktu.
Kini,
Ku t’lah menjadi sebongkah kayu rapuh di dekat tungku penghangat badan
Yang telah siap memanggangku(kayu)
Kemudian tebarkan
Disemburkan asap-asap dariku(kayu)
Melalui cerobong asap
Begitukah keadaan diriku seluruhnya?
Ternyata, ku begitu
Ternyata,
Ku tak lagi melantunkan, apalagi mendendangkan
Bait-bait bersama arak cintaku,
Karena ku pula tiada lagi menyandingkan tubuh
Dan bayangannya,
Senyum dan tatapannya
Di samping singgasanaku yang mungil dan lucu
Entah mengapa,
Kumencoba melemparkan wajahnya yang kian layu,
Lama tersimpan di kotak hatinku hingga waktu meninggalkanku sendiri
Di pojokan kenangan bersama saat-saat denganmu dan ku
Kebumen, 2007
Bukan Aku! Tapi Inilah Aku
Tengah kulalui sisi hidup seakan memerintahku
Memaksaku tuk tetap tinggal
Dan berlabuh
Hingga kebarakhiran sang pemimpin lepas seketika
Kemudian,
Akulah yang nantinya
Kan jadi sang pemimpin berikutnya
Sial!!!!
Menyebalkan!!
Namun, itu semua bukan diriku
Bukan aku
Bukan saya yang sesungguhnya
Ingat!!!
Aku bukan sang pemimpin itu*
aku bukan satu pengganti sang pemimpinku
tapi,
akulah sang pemimpi
akulah yang kan ciptakan mimpi-mimpiku
tidak sang pemimpin!!!
Catat itu!
Harus kulalui sisi hidup yang memerintahku
Memaksaku tuk dekatkan mimpiku
Rekatciptakan mimpiku
Letupkan mimpiku
Menjadi sesuatu yang nyata
Menjadi sesuatu yang hidup
Menjadi sesuatu yang ajaib
Bersama hidupku
Sang pemimpin?
Bukan aku!
Sang pemimpi?
Inilah aku
Kebumen, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Donkkkkk ;-D :