Selasa, Desember 01, 2009

Sabtu, 10Mei'08

Sebuah kelayakan menepi diujung senja, pun menyisakan sepenggal keikhlasan ditengah keterpaksaan yang membuat semua harus diikhlaskan.

Secuil keinginan mendekap dan mendekam di dalam jeruji nurani. Termenung menanti gelapnya malam setelah berlari dari senja hingga batas petang.

Dikegalauan hati mengeluhkan satu kerinduan yang tak pernah terpenuhi. Disitulah, kumencoba menepiskan kekagumanku yang sempat mengusik ketenangan jiwa dari segerombolan bayang-bayang dambaan yang sama, silih berganti.

Kejelian pun tiada yang  memastikan. Yach, berharap mereka tak memiliki kejelian itu. Entah yang kan terjadi nanti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Donkkkkk ;-D :