Selasa, Desember 01, 2009

Jumat, 09Mei'08

Berduyun-duyun menapaki sampan yang berderet-deret tak berdaya
Dayungnya pun tak ada yang bisa digunakan lagi,
terdampar secara berserakan,
seolah sampah yang telah lama menggunung,
tak terurus.

Tak ada jiwa yang meneriakkan aroma kehidupan di balik hisuk pikuknya ombak dan tepian pantai yang terlihat hangus oleh pasir hitam,
hitam semua

Pepohonan perdu yang hanya mewarnai sedikit gelapnya keadaan yang sebenarnya susana pantai cerah ceria yang sebenarnya.

Semua terlihat tak berarti,
karena kehampaan memberi warna sela-sela kebohongan dan kepalsuan laut gelap,
tak sedikitkpun menyilaukan tatapan hati dan mata tiap insan.

Derap-derap rerintihan jeritan para wajah kehancuran yang tersirat dibalik manisnya senyum kepalsuan yang mereka tunjukkan.
Namun, tiada sepenuhnya terbekas dibingkai cermin hampa.

Merelakan sepenuhnya kemunafikan dan kedustaan yang terpendam dalam pojokan lorong-lorong hatiku yang tak kurogoh lalu kuambil,
belum  bisa kuraih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Donkkkkk ;-D :