Jumat, April 27, 2012

Sepertiga Malam


Bayangkan saat ini yang tiba-tiba ialah menurut diri ini sebegitu dosanya dan tak dapat dipercaya mungkin yang menyebabkan tak pernah bisa terkabulkan akan wujud bertemu orangtua walau sebatas mimpi sekalipun, tak layaknya kakak-kakak sebagian yang lain yang senantiasa didatangi orangtua dalam mimpi.
Mereka tinggal sebutkan dan ucapkan kerinduan mereka, beberapa waktu kemudian bermimpilah mereka tentang orang tua yang mengandung pesan yang cukup kuat.
Sedangkan diri ini, sekalipun menangis meronta-ronta disepertiga malam-mengadu padaNYA meminta izin untuk menangis karena merindui orang tua, tetap saja takkan membuat diri ini patut bersua dalam mimpi.
Yach, diri ini menerimanya dengan bersyukur, karena masih diberikan daya ingat agar tetap mereka (orang tua) dalam kondisi apapun bahwa mereka masih bernilai motivasi walaupun tak nyata (hidup) yang mampu bertingkah layaknya masih memiliki mereka (orang tua) seperti manusia lainnya.

Hmmmmmmmmmmmmmmmmmm tak pernah mengharapkan kehampaan!
Jangan sekali-kali lengah karena hampa, karena hidup di bumi tiada sendirian, tapi masih ada makhluk manusia yang sudah dikategorikan: keluarga, kawand, saudara jauh dan dekat, orang-orang istimewa-yang memberikan dorongan baik langsung ataupun melalui tindakan yang bisa menjadi pelajaran hidup yang berarti.

ሶንች'ስ Me
Senang rasanya, ketika mereka masih menyebutnya diri  ini ternyata tak jauh beda pribadi yang telah lalu, bersyukur. Namun, beberapa yang tidak diketahui mereka akan kebiadaban ini. Sayang sekali sebagian kecil yang mereka sebut adalah kebaikan menyebabkan tertutupilah kebiadaban ini sehingga kurang bisa beranjak ke langkah yang lebih baik lagi.
Kasian mereka, telah gagal menilai diri ini yang mereka katakan kebaikan, tidak benar sama sekali.

Tak pernah mereka mengharap sesuatu, menginginkan memanglah benar, tidak ada yang membutuhkan adalah yang lebih tepatnya.
Butuh sesuatu yang mampu mengubah jadi lebih baik lagi agar ada artinya!.

Menganggap semua yang ada mengintai dengan cara yang tidak menenangkan namun semua itu tidak ada yang tahu akan kebiadaban itu, kebaikan yang penuh kedustaan yang menutupi semua itu.

Tingkah mereka bertiga membuat diri ini enggan jauh dari rasa ingin tertawa yang mengasyikkan pada siang ini yang memeras keringat cucuran.

Ada cerita disetiap sudut kehidupan yang mengenalkan akan biadabnya hidup ini saat diri ini merasa penyesalan luar biasa pada pencapaian yang tidak pada terget. Jangan meninggalkan raga ini dalam kondisi setengah hidup dan setengah mati. Matilah sekalian ataupun hidup sekalian. Keputusan hidup sekalian. Penyesalan berdampak buruk pada hidup.

Banyak sekali yang menggelayuti pikiran mulai dari impian hingga kebutuhan. Bingung merasuk raga dan pikiran tentang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Keinginan memang puncak pengharapan tertinggi, sedang kebutuhan hanya target minial dari adanya keinginan yang sudah mendahului.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Donkkkkk ;-D :