Jumat, April 20, 2012

Coba Mengerti Atas Kawand

menulis
Mimpi Seperempat Realita
Sungguh sejenak membuat dirinya termenung, karena hingga kini dirinya masih didapati sendiri tak berkawan hati, yach mungkin kata anak muda jaman sekarang tiada punya pacar. Ketika ku berada disampingnya memang terasa selalu dengan suasana yang memukau namun sebetulnya dari balik wajahnya sungguh menyimpan hampa batin yang cukup mendalam. Hebatnya tatapanku mampu menilainya tentang bagaimana yang dirinya rasakan saat ni, hanya saja keceriaannya ia kerahkan berusaha untuk menutupi lemah batinnya karena sepi teramat mendalam. Hal ini dikarenakan jika lagatnya dipahami betul-betul maka kan temukan kejanggalan tentang tingkahnya, cara berpikirnya, cara menyikapi masalahnya, cara menjaga hubungannya dengan kawan-kawan dekatnya. Memang seakan menurut orang-orang ini adalah sikap biasa bahkan dianggap sebagai kepribadian aslinya yang sudah melekat dalam hidupnya. Hmmmmm sepertinya tidak sepenuhnya pandangan seperti mereka itu bisa menjadi pembenar, kemungkinan ada alasan yang membuatnya bersikap seperti sekarang ini.

Lagi-lagi bukan itu saja (masalah asmara saja) tetapi banyak sekali yang tidak orang lain tahu, padahal sering kali terucap oleh
yang sering kawand-kawand rasakan sepertinya halnya tentang keluarganya bagaimana_masalah pekerjaan_masalah perkawanan_masalah lain-lainnya. Dan kenapa selalu saja ia tutupi dengan jawaban yang tidak sepadan dengan keadaannya, selalu saja jurus kebohongan ia lontarkan agar mereka tidak bertanya tentangnya lebih jauh lagi dan tahunya mereka disitulah titik bahagianya_titik tawanya yang dirasa tak perlu ada belas kasihan maupun sikap empati dari kawandnya yang layaknya ia lakukan pada kawandnya karena yang pernah ia ceritakan padaku itu katanya sama saja baik cerita atau tidak cerita sama sekali, mereka hanya terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing setelah mendapatkan jawaban untuk usaikan masalah mereka dan setelahnya bahagia mereka terbungkus rapat-rapat yang tak perlu mereka bagikan kepada kawand mereka termasuk dirinya, ''tega'' kata itu yang mungkin lebih pantas untuk kawand-kawandny. Hey!!! mungkin sebagian orang lain berkata ini hanya hal sepele yang tak perlu dipusing-pusingka, tetapi segala sesuatunya untuk memulai tindakan yang baik adalah dari yang hal yang kecil atau sepele dahulu. Ayolah kawand, bisakah kalian sedikit mengerti akan dirinya yang tanpa kalian sadari lebih dekat dirinya adalah manusia bertubuh kecil dan rapuh, kalaupun itu terlalu berat untuk mencoba mengerti dia okelah cukup dengarkan dan tanggapi dengan bijak. Bukankah kita berkawand untuk belajar saling mengerti dan dimengerti_menghargai dan dihargai_memahami dan dipahami, ternyata itu hanya sebatas wacana belaka.


Tidak tidak tidak, sepertinya akulah yang salah yang terlalu menuntut mereka untuk mengerti ia. Seringkali kutak kuasa menatap wajahnya setiap kali bersenda gurau dalam kekosongan bahagianya yang ia ciptakan untuk mengelabuiku agar bersikap sama layaknya kawand-kawandnya, terima kasih kawand sayangnya usahamu gagal untuk membohongiku karena aku telah berhasil menjebol benteng pertahanan hidupmu.

Aku sadar bahwa kawandku ini bukanlah satu-satunya orang yang bernasib begitu tetapi dia hanya salah satunya dari sekian ribu manusia. Segala hal yang kit perbuat pastilah selalu ada timbal baliknya baik itu postif ataupun negatif, karena hukum alam takkan pernah meninggalkan jejak-jejak kita yang sempat menjadi pijakan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Donkkkkk ;-D :