Rabu, November 09, 2016

"Yang mmbuat kita skit dan iri itu masalalu, tapi justru masalalu milik orang disamping kita yang kembali dekat. #PositifThinking guys 
Tau dan diam cari angin sejuk saja..."


Ingin mendiskusikan kalimat yang admin tulis diatas yang dicuplik dari status admin di salah satu akun medsos (media sosial).

Admin memposisikan secara global juga. Memang betul sakit dan iri terhadap masa lalu yang kembali hadir disaat kita telah bersanding dengan yang lain. Tetapi yang dibicarakan bukanlah masa lalu kita, justru masa lalu yang hadir ya miliknya orang disamping kita, kenapa bukan masa lalu kita? apakah kita merasa benar sendiri? apakah kita egois dan cemburu?. Admin pikir semua ada benarnya, tetapi tidak ada yang paling tepat dalam kasus yang ini, entahlah untuk kasus problem yang lain karena lain waktu bisa lain cerita. Selanjutnya, kenapa sakit dan kenapa Iri?

1. Sakit, karena sosok masa lalunya hadir dengan irama yang sepertinya masih sama saat mereka bersama dan doi pun meresponnya meski admin tahu kalau itu hanya menanggapi sebagai wujud komunikasi biasa layaknya teman, si dia sudah berkeluarga, dan dia kembali menimpali dengan irama yang sama pula. Irama mereka nampak sekali kembali mengenang masa-masa itu yang penuh dengan kesengsaraan dan kenangan terakhir mereka sebelum berpisah. Kita tidak tahu secara langsung apakah itu kisah mereka atau masing-masing, samar-samar tetapi ya sudah ikuti saja alurnya dahulu. Meskipun itu berlangsung sangat menyakitkan karena sebelumnya dia masih berkomunikasi melalui  komentar di status doi menunjukkan rasa kasihan dan betul-betul mengkhawatirkan doi. Sekali lagi, dia sudah berkeluarga.

2. Iri, karena kita tidak pernah memiliki masa lalu seindah mereka apalagi seindah orang lain umunya yang memiliki pasangan atau terpisah karena situasi dan kondisi yang tidak diinginkan keduanya. Masa lalu admin kalau urusan hati itu bisa dibilang datar-datar saja tapi banyak menyakitkanya walau tidak semenyakitkan orang lain, seperti dikhianati oleh teman dan teman; dibohongi akan hati mereka oleh lelaki dan lelaki; ketidakpastian rasa dari lelaki; menyukai sosok lelaki tetapi tidak pernah kesampaian; memiliki lelaki tetapi seperti tidak memiliki; dan lain-lain. Haha kasihan bukan, kapan coba bahagianya. Sampai-sampai waktu itu pernah berdoa untuk diri sendiri, tidak ingin memiliki hati terhadap laki-laki karena ujungnya tidak pernah menyenangkan dan hanya memperbanyak luka saja juga melukai.

3. Sebagai tambahan, Salut, karena doi memiliki masa lalu yang sungguh perhatian terhadapnya hingga kini hingga doi menjelang penghabisan masa lajangnya. Admin yakin masa lalunya sangat indah bahkan lebih indah daripada yang sekarang. Admin bagai diantara 2 sosok manusia yang terpisah oleh kondisi yang membuat mereka terpisah yang seharusnya tidak berpisah, serasa ingin mundur dan membiarkan mereka kembali bersatu, tapi Tuhan telah berkehendak lain, admin harus terima 1,2,3 ini. Meskipun terkadang ada rasa takut (jika doi dan admin telah bersatu, mereka masih dalam kubangan ingatan kenangan masa-masa saat lalu mereka), tetapi admin hanya modal yakin dan saling percaya saja karena sudah sama-sama dewasa mana yang semestinya dijaga serta dihindari.

Kalau melihat cara merespon si dia, sebetulnya itu sudah tidak etis lagi, mengingat posisinya sudah berkeluarga, admin pikir suaminya tidak mengetahui bagaimana istrinya di medsos tetapi bukan ada istilah jawa "tepak ngawak" (sadar diri) jika itu terjadi pada diri sendiri akan bagaimana sakitnya. Bukankah semestinya njagani satu sama lain? admin dia sudah tahu juga, kalau masa lalunya masa lajangnya sebentar lagi habis? Admin hanya bisa diam dan membiarkan mereka dahulu menganggap semua itu komunikasi biasa. Admin hanya masih menunggu waktu yang tepat doi menyampaikan keterbukaannya bagaimana hubungan mereka hingga sekarang? admin tak mempermasalahkan apalagi dendam terhadap keduanya, tidak sama sekali, tetapi agar semuanya berjalan dengan segala kejujuran yang baik. Dan hanya berpesan agar lebih menjaga batas-batas komunikasi sesuai dengan posisi sebagai apa sekarang ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Donkkkkk ;-D :