Sudut bibir tak berhenti mengisyaratkan satu senyuman kecil
Mata berbinar-binar memandang beberapa kutip pesan singkat darinya
Jari-jemari dengan lincahnya segera membalas pesannya
Getaran hati seakan menggerakkan seluruh motorik dalam diri untuk temani simpul senyuman itu
Adakah hal lain yang terjadi tak seperti sebelumnya?
Iyah, itu tidak salah lagi
Ikatan telah terjalin namun sekelumit hambar hadir
Sang waktu belum memberikan ruang berbagi kisah,
Berbagi bagaimana kita dan akan seperti apa kita
Dan bumi pun berputar dengan begitu lambat
Mengiringi senyuman yang masih tersimpul disudut bibir
Tak henti mengulang pesan singkat darinya
"Bagaimana jika malam senin?"
Membius senja untuk lekas hadir dan membuka malam
Bukan lagi malam minggu menebarkan keceriaan layaknya mereka
Bukan lagi malam minggu meramaikan sudut kota untuk melepas kerinduan
Tidaklah bagi kita
Kita lah yang kan menciptakan malam-malam lain dengan warna hangat
Sehangat wajahnya yang mengisi keheningan pikirandan hati
Kala keheningan itu tak bertuan tentangmu
Bersabarlah sedikit untuk menanti malam itu bersamanya
Malam senin, malam penuh harapan untuk menuangkan segala asa
Merangkai masa depan
Merangkai mimpi-mimpi besar masing-masing
Merangkai langkah demi langkah berdua meski perlahan
Tidakkah tawa canda dan semangat kan temani langkah berdua
"Bagaimana jika malam senin?"
Takkan kuhentikan sang waktu hingga tiba malam itu :-)
Mata berbinar-binar memandang beberapa kutip pesan singkat darinya
Jari-jemari dengan lincahnya segera membalas pesannya
Getaran hati seakan menggerakkan seluruh motorik dalam diri untuk temani simpul senyuman itu
Adakah hal lain yang terjadi tak seperti sebelumnya?
Iyah, itu tidak salah lagi
Ikatan telah terjalin namun sekelumit hambar hadir
Sang waktu belum memberikan ruang berbagi kisah,
Berbagi bagaimana kita dan akan seperti apa kita
Dan bumi pun berputar dengan begitu lambat
Mengiringi senyuman yang masih tersimpul disudut bibir
Tak henti mengulang pesan singkat darinya
"Bagaimana jika malam senin?"
Membius senja untuk lekas hadir dan membuka malam
Bukan lagi malam minggu menebarkan keceriaan layaknya mereka
Bukan lagi malam minggu meramaikan sudut kota untuk melepas kerinduan
Tidaklah bagi kita
Kita lah yang kan menciptakan malam-malam lain dengan warna hangat
Sehangat wajahnya yang mengisi keheningan pikirandan hati
Kala keheningan itu tak bertuan tentangmu
Bersabarlah sedikit untuk menanti malam itu bersamanya
Malam senin, malam penuh harapan untuk menuangkan segala asa
Merangkai masa depan
Merangkai mimpi-mimpi besar masing-masing
Merangkai langkah demi langkah berdua meski perlahan
Tidakkah tawa canda dan semangat kan temani langkah berdua
"Bagaimana jika malam senin?"
Takkan kuhentikan sang waktu hingga tiba malam itu :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Donkkkkk ;-D :