Tanpa sadar, warna hidup sesekali membuat kita terlupa akan sisi lain jalan hidup kita yang lebih berharga dan bahkan sejenak sanggup menghanyutkan keaslian pribadi kita yang tadinya indah dan apa adanya, malah menjadi seperti bukan diri pribadi sendiri. Tahu kenapa?..........Yach, betul, salah satunya karna ketika kita dihadapkan pada satu warna hidup itu yang bisa dikatakan belum pernah kita alami tetapi tengah dihadapi, maka kita sampai terlalu asyik dengan warna hidup itu sampai akhirnya bersembunyilah pribadi kita yang indah dan apa adanya itu (ibarat tadinya gak manja malah jadi manja dan terlalu memanjakan diri).
Dan, ketika warna hidup itu berangsur-angsur menghindar dan menjauhi kita, maka yang ada batin lah yang kan setia menampung air mata batin dan memikul segala rasa sakit. Rasa kesal, menyesal, putus asa, marah, keterdiaman, menyendiri, menyalahi diri sendiri, saat itulah batin bekerja keras waktu demi waktu memeras seluruh perasaan itu hanya demi menahan dan menahan agar mencoba untuk tetap tegar. Namun, bersyukurlah bagi yang mampu mengendalikan segala perasaan yang tidak bersahabat dengan hati, akan tetapi teramat kasihan bagi yang belum sanggup mengendalikannya.
Kita takkan pernah menyangka warna hidup seperti apa lagi yang akan kita lalui, ''siap tidak siap maka harus siap'', itulah yang menjadi tolok ukur sejauh mana keberadaan power kita dalam bertahan menghadapinya dan mampu melaluinya...............
Mungkin dengan ini langkah-langkah ini bisa sedikit membantu. Dan bersukurlah diriku sudah pernah teruji pada diriku sendiri, tetapi hal ini tetep kembali pada pribadi masing-masing lhoooooooooo. Ingat, jangan memaksa diri dan ini sebagai saran saja. antara lain:
1. Ketika warna hidup itu tengah kita jelajahi, maka bersikaplah biasa-biasa saja, maksudnya agar diri kita tidak terbuai oleh manisnya keindahan hidup.
2. Namun ketika mengalami sedikit ombak yang mengusik ketenangn, berdoa dan berusahalah untuk bersikap netral atau seimbang, dalam artian bersikap positif dan penuh keyakinan bisa lalui semua.
3. Yang paling utama: peganglah satu prinsip dan tetaplah fokus serta siap dengan kartu BERHASIL atau GAGAL, dengan harapan kita siap dengan segala resiko yang ada agar nantinya apabila kegagalan meronta-ronta batin maka diri kita tidak terkepung oleh penyesalan dan kepedihan sepenuhnya, justru seharunya memperkuat benteng semangat diri kita dan dukungan orang-orang sekitar sebagai motivasi untuk menghadapi kehidupan yang selanjutnya.
4. Apabila nantinya tlah melalui dan memperoleh kartu BERHASIL, maka janganlah lupa mensyukuri dan tidak diperkenankan untuk melupakan sang pencipta semesta atas petunjuk yang diberikan serta kepada orang-orang sekitar yang men-suport, serta pertahankanlah.
5. Apabila nantinya tlah melaluinya tetapi memperoleh kartu KEGAGALAN, maka renungkanlah sejenak untuk berinstrospeksi diri dan redamlah dengan prinsip-prinsip yang telah disepakati oleh diri sendiri sebelumnya, hal ini agar tidak membelokkan diri pada sikap-sikap yang memperburuk keadaan, serta lakukanlah tindakan positif-berpikiran positif untuk menguatkan keadan.
Appapun persoalan akan warna-warna hidup yang kita alami, hendaklah mampu mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih matang dan mau berusaha mendewasakan keadaan terlebih disaat kegagalan melanda.
SEMANGAD MENYERTAI KITA SEMUA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
like it
BalasHapusPadahal warna sejatinya tak ada yah
BalasHapusyow ada...resapi saja tiap kehidupan yang berbeda...itulah sejatinya warna hidup......hahahay
BalasHapus