Selasa, Desember 27, 2011

Desember

Tanpa sadar, warna hidup sesekali membuat kita terlupa akan sisi lain jalan hidup kita yang lebih berharga dan bahkan sejenak sanggup menghanyutkan keaslian pribadi kita yang tadinya indah dan apa adanya, malah menjadi seperti bukan diri pribadi sendiri. Tahu kenapa?..........Yach, betul, salah satunya karna ketika kita dihadapkan pada satu warna hidup itu yang bisa dikatakan belum pernah kita alami tetapi tengah dihadapi, maka kita sampai terlalu asyik dengan warna hidup itu sampai akhirnya bersembunyilah pribadi kita yang indah dan apa adanya itu (ibarat tadinya gak manja malah jadi manja dan terlalu memanjakan diri).
Dan, ketika warna hidup itu berangsur-angsur menghindar dan menjauhi kita, maka yang ada batin lah yang kan setia menampung air mata batin dan memikul segala rasa sakit. Rasa kesal, menyesal, putus asa, marah, keterdiaman, menyendiri, menyalahi diri sendiri, saat itulah batin bekerja keras waktu demi waktu memeras seluruh perasaan itu hanya demi menahan dan menahan agar mencoba untuk tetap tegar. Namun, bersyukurlah bagi yang mampu mengendalikan segala perasaan yang tidak bersahabat dengan hati, akan tetapi teramat kasihan bagi yang belum sanggup mengendalikannya. 
Kita takkan pernah menyangka warna hidup seperti apa lagi yang akan kita lalui, ''siap tidak siap maka harus siap'', itulah yang menjadi tolok ukur sejauh mana keberadaan power kita dalam bertahan menghadapinya dan mampu melaluinya...............
Mungkin dengan ini langkah-langkah ini bisa sedikit membantu. Dan bersukurlah diriku sudah pernah teruji pada diriku sendiri, tetapi hal ini tetep kembali pada pribadi masing-masing lhoooooooooo. Ingat, jangan memaksa diri dan ini sebagai saran saja. antara lain:
1. Ketika warna hidup itu tengah kita jelajahi, maka bersikaplah biasa-biasa saja, maksudnya agar diri kita tidak terbuai oleh manisnya keindahan hidup.
2. Namun ketika mengalami sedikit ombak yang mengusik ketenangn, berdoa dan berusahalah untuk bersikap netral atau seimbang, dalam artian bersikap positif dan penuh keyakinan bisa lalui semua.
3. Yang paling utama: peganglah satu prinsip dan tetaplah fokus serta siap dengan kartu BERHASIL atau  GAGAL, dengan harapan kita siap dengan segala resiko yang ada agar nantinya apabila kegagalan meronta-ronta batin maka diri kita tidak terkepung oleh penyesalan dan kepedihan sepenuhnya, justru seharunya memperkuat benteng semangat diri kita dan dukungan orang-orang sekitar sebagai motivasi untuk menghadapi kehidupan yang selanjutnya.
4. Apabila nantinya tlah melalui dan memperoleh kartu BERHASIL, maka janganlah lupa mensyukuri dan tidak diperkenankan untuk melupakan sang pencipta semesta atas petunjuk yang diberikan serta kepada orang-orang sekitar yang men-suport, serta pertahankanlah.
5. Apabila nantinya tlah melaluinya tetapi memperoleh kartu KEGAGALAN, maka renungkanlah sejenak untuk berinstrospeksi diri dan redamlah dengan prinsip-prinsip yang telah disepakati oleh diri sendiri sebelumnya, hal ini agar tidak membelokkan diri pada sikap-sikap yang memperburuk keadaan, serta lakukanlah tindakan positif-berpikiran positif untuk menguatkan keadan.
Appapun persoalan akan warna-warna hidup yang kita alami, hendaklah mampu mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih matang dan mau berusaha mendewasakan keadaan terlebih disaat kegagalan melanda.


SEMANGAD MENYERTAI KITA SEMUA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Selasa, November 15, 2011

Kesalahan Menjadi Pengalaman

Ribuan perilaku yang timbul menjadi kesalahan. setiap waktu tercipta mengusik keteraturan hidup. Yach, serasa mengganggu ketentraman. Memang, ini adalah hal yang bisa jadi pengalaman hidup yang timbul dari ribuan kesalahan yang tercipta.....sering muncul keganjalan akan kesalahku, kenapa kesalahan sering kali tercipta dalam tapak hidupku, seakan tak ada umumnya melakukan kesalahan berkali-kali berganti-berganti. Selesai satu kesalahan, pasti kan muncul kesalahan baru yaaaaa memang itu buatku temukan hal baru dan proses baru yang samasekali belum pernah terlintas dan terlalui dalam tapak hidup saya.
Banyak orang mengatakan hidup tanpa masalah bukan hidup, selesai masalah pasti tumbuh masalah baru lagi baik lebih besar atau lebih kecil dari sebelumnya. It' ok.............jalani layaknya aliran air. Kemana kan bermuara berharap indah

Kamis, November 10, 2011

Sambut Peringatan Hari Bersejarah

SELAMAT HARI PAHLAWAN!!!!!!!!!!!!!!!!! untuk bangsa Indonesia
SELAMAT HARI PAHLAWAN!!!!!!!!!!!!!!!! untuk pahlawan kita yang telah gugur dimedan perang demi melawan penjajah
Di hari yang bersejarah ini kita kan kembali mengingat akan pahlawan kita yang gugur lebih dahulu memperjuangkan negara Indonesia yang patut kita banggakan.
Salah satu kegiatan yang sudah menjadi tradisi untuk mengingat dan menghormati para pahlawan ialah melalui upacara serempak diberbagai tempat diseluruh penjuru negara Indonesia.
Semoga arwah mereka selalu mendapat ketenangan dan kenyamanan di alam sana. SEMANGAD PAHLAWAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

Rabu, November 09, 2011

Melingkungankan Diri Kita Sebelum Melingkungankan Lingkungan

Dalam hal ini bahwa menjaga lingkungan mulai diri kita sehingga terasa senang ketika menjaga lingkungan disekitar kita dan menumbuhkan sikap sadar lingkungan.
Kegiatan menanam pohon dan membuang sampah pada tempatnya terkesan sepele bagi  orang yang belum merasakan secara langsung akan manfaatnya akan tindakan tersebut, tetapi justru hal inilah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat untuk menjaga bumi negara kita terutama dari berbagai bencana yang sering melanda negara kita. 
Dengan menanam pohon dan membuang sampah pada tempatnya seakan kita bagai tengah menabung kebaikan maka kemudian nantinya kita kan memetik hasilnyabukan dari apa yang kita tabung tapi kenyamanan dan keamanan serta kefaedahan dari apa yang telah kita tabung.
Kebumen di November 2011 ini sedang dalam keadaan musim penghujan seakan pengingat untuk kita bahwa kita harus menjaga lingkungan terlebih dalam membuang sampah, bungkus permen saja satu itu jangan disepelekan. Seperti pada pengalamanku dan berusaha untuk membiasakan tindakan ini bahkan tindakanku sering mengundang gelak tawa teman sekampusku yaitu ketika saya membuka bungkus permen dan hendak membuang bungkus permen tersebut selalu saja berada jauh dari tempat sampah yang disediakan di kampus, mau tak mau saya menyimpannya dulu di saku baju saya atau di saku tas saya. Memang sepele tapi saya yakin bahwa ini bisa mengurangi polusi lingkungan terutama ndi wilayah saya sendiri, Kebumen.
Sering saya membayangkan coba saja kalau tindakan saya tersebut juga dilakukan oleh teman-temenku dan sebagian besar orang mungkin akan lebih bagus lagi.
akhir kata "SAVE OUR EARTH"Lingkungan

Sabtu, Februari 05, 2011

Dah Pernah Tapi Lupa Lagi

Online di rumah pake' komputer, buka facebook?ah bosen, buka 2 blog-ku pengen sunting-sunting biar menarik?ah ngaso dulu ah....... Kebetulan pas denger kayak suara tangisan.

Wadowh Ahimsa ponakanku terbangun dari tidur ya biasa sich ngelilir, putra dari mba Ina yang kedua yang baru usia 1 tahun 3 bulan dan baru bisa duduk karena badannya gedeee...hehe, adiknya Amartya. Kedua orangtuanya lagi pergi jenguk pakdhe yang di Pejagoan yang sekarang lagi dirawat di Rumah Sakit dan dah sekitar hampir dirawat disana. Waah ku samasekali belum pernah jenguk beliau, yaa mau gimana lagi jagain ponakan di rumah, tapi ya semoga doa dari jauhku olehNYA tersampaikan kepada beliau agar lekas sembuh dari jahanam si penyakit yang mengusik kesehatannya. Tapi ya gak masalah sich, daripada bawa anak ke rumah sakit yang ada malah nanti si anak yang ikutan sakit. Semoga juga keadaan beliau dah stabil dah.

Eh Ahimsa malah gak tidur lagi? padahal dah kuganti tapel-nya (dari lipatan dan pampers clana yang udah dibuang busanya) tapi kok masih rewel juga. Coba kugendong ku ajak kesana kemari didalam rumah juga tetep masih rewel. mau kukasihkan ke mas Rimba tapi lagi goreng ikan laut, terus masa' kukasihkan ke mas Baung?? hehe ya gak lah secara dia temene mas Rimba lagi sibuk online. Waduh ku gak boleh kehabisan akal nich, gimana ya biar gak rewel??

HHmmmmmm tiba-tiba teringat kalau Ahimsa khan paling suka duduk di tempat mandinya  berbahan plastik yang merah yang biasanya buat mandi dia. aku cari..aku cari...dimana yach? emmm kayaknya tadi aku lihat didekat komputer yang sebelah barat TV...coba aku lihat (sambil ngegendong Ahimsa)......ternyata bener. 

"Haaaaa Ahimsa, sekarang kau tenang yaa jangan rewel mulu, sekarang kau duduk di tempat mandi kesukaanmu niich," mengajaknya bicara seakan-akan dia tahu dan sambil meletakkannya kedalam tempat mandinya. Beberapa menit kemudian.....haha dia gak rewel lagi malah seneng, dan biar tambah seneng kukasihi mainan.

Udah diem gitu mending kutinggalin bentar, gak ada cemilan, ada tamu juga.......mending bikin pisang goreng aaaah, tadi kulihat pisang 1 epek didepan kompor gas, lagian juga mas Rimba dah selesai goreng ikannya, sekarang lagi makan. 

Dah mau selesai gorengnya, kok dede Ahimsa malah rewel? eh tenaaanag sudah ditimang-timang sama mas Rimba  biar tidur jadinya ayem nich, bisa goreng pisang mpe selesai.

Naaaaah selesai, taruh dipiring terus kasih mises dikit biar sedikit menarik. Aku taruh didepan mas Rimba dan temennya, mas Baung. Waah lahap juga mereka, tapi pas ku ikutan nyantap....kok kurang manis? kurang gula kah?, mas Baung denger ku bilang gitu malah dibilang masa' goreng pisan kok dikasih gula, kagak ada laah. Eeeeh tapi khan biasanya dikasih gula. Gini nich aku kebiasaan, kalau goreng pisang seringnya lupa kagak pakai gula. "Maklum...rung mbojo," kata mas Baung..... hehe benner oiy.