Senin, November 30, 2009

YaNG LaLu.........Ingat Kembali

Semua berawal dari ketidakberdayaan jiwa, yang silih berganti hadir dengan seonggok senyum palsu terpenggal disedut-sudut bibir. Enggan sepenuh hati untuk mengatakan semuanya, yach semua hanya kosong dan belaka sekali. Hanya secercah keinginan yang membawakan suatu hal yang sangat dinantikan oleh sebuah keikhlasan yang kadang juga ingin hal itu. Hampa pun bergelayut di dalam tatapan palsu, namun bermakna yang tak semua akan tahu.........justru "kegilaan" yang mereka sebut........takkan ada hadirnya sebuah masalah kalaupun mereka hendak berkata begitu.....

Benak terpaku menatap keberadaan hal tersebutkan, oooooo ternyata masih pada tempat yang hampa pula sepertiku. Tapi akankah kehampaannya kan berlari membawa bayangnya ke dalam dekapan kehampaanku? akankah hal itu meneriakkan kata ceria dibalik sinar matanya yang kemudian melemparkan kepada serambi tatapanku? Hal itulah yang sering menggoda, merayu, menggoncangkan nurani rapuh sekian lama....... namun nurani itu tak jua runtuh menjadi serpihan, justru eratlah yang menyatukan nurani rapuh itu kembali. Kekuatan yang tiada sanggup ditebak pandangan dan tatapan penuh curiga...............


Setitik demi setitik berpadu menjadi garis-garis yang tak tentu memiliki makna, hanya tak bremakna yang dianggap tak memiliki arti, namun dari yang tak bermakna itulah lalu muncul sebuah hal yang menjadi sangat bermakna.

Kebi\hongan muncul  pun tak hadir menggerogoti fitnah. Heeeeeeh........... Lagi lagi........... bimbang kembali merajut di puing-puing batin.

Sudah sekian menit tak berpikir, barangkali karena melamun, ah tidak ada yang perlu dipermalukan.


TAK BERMAKNA

Aduuh malam ini rasanya betul-betul lagi kosong, gak karuan, biasanya kukirimkan sajak-sajak tak berada dan tak berpijak hingga senja memanggilku agar ku kembali pada malam-malamku. Kembali meneriakkan perasaan tak pasti, masih sama saja, takkan pernah dan takkan mungkin berubah.

Adduuh lagi-lagi ku tertusuk-tusuk kembali oleh kekosongan yang mengagungkan ketidakberdayaanku di malam tinggal sekedip ini. Apa yang akan kuberi lagi untuk dianya yang selama semu, kurangkah sajak-sajak yang sekian tahun kulantunkan dibalik bayangmu7 yang sulit ku terka, apalagi kusentuh........ Maka kesunyianpun bersorak sorai menertawakanku.

Aaaaaaaaaaaa ku harus lepas dari semua ini, walaupun belum sepenuh inginkan.

Mati.................mati............mati............ harus matikan saja rasa ini, terlalu dramatis, terlalu puitis  untukkun yang satupun bisqa mendapat + dari siapapun. Kata-kata ini semua hanya sekedar sampah yang memenuhi penjuru batinku, sebisa mungkin harus ku himpitkan, agar semakin terbuang. Namun, pabila ku sepenuhnya

Kamis, November 26, 2009

rontok

satu persatu lepas dari muara
satu persatu terhenyak dari asal
satu persatu